ilmu santetSantet? Boleh percaya atau tidak dengan istilah ini. Kepercayaan akan adanya ilmu santet ini sudah beredar sejaktahun 1980 an. Dan sampai sekarang kepercayaan itu masih melekat pada masyarakat Indonesia yang boleh dibilang sudah maju dan berpendidikan. Ini terbukti dengan peluncuran berbagai film yang mengambil topik ilmu santet. Sebut saja misalnya “Ratu Ilmu Teluh”, “Guna-guna Istri Muda”, “Tumbal Iblis”, dan “Mistik Leak”. Hal mistis memang masih menjadi suatu yang ditakutkan oleh masyarakat kita. Banyaknya kasus kematian yang janggal dan tidak bisa ditebak oleh alat medis selalu dikaitkan dengan Ilmu Mistik atau Ilmu Santet.

Sungguh Ironis memang apabila kita lihat dari perkembangan jaman sekarang. Hal-hal irasional seperti itu masih ada di masyarakat kita. Meskipun tidak semua orang percaya dengan hal-hal mistis dijaman yang modern seperti ini. Ini seakan menjadi sebuah fenomena unik di kalangan internal masyarakat kita.

Bagi masyarakat bali pada khususnya, kepercayaan hal-hal mistik emang sangat besar. Ini dikarenakan mistik adalah salah satu unsur kuat dalam budaya bali yang percaya akan kehidupan “sekala” dan “niskala”. Ilmu santet atau istilah Balinya “Ngeleak” juga menjadi momok yang menakutkan yang sering menimpa masyarakat Bali. Sifat iri hati,dengki dan sifat negatif lainnya dipercaya bisa disalurkan oleh orang yang menguasai ilmu hitam dengan menjahili korbannya. Menanamkan berbagai penyakit dalam diri korban, dan kalau tidak segera dibantu oleh dukun atau “balian”, nyawa korban perlahan-lahan akan melemah dan kemudian meninggal dunia. Saya sendiri sedikit kurang percaya pada hal seperti ini. Namun kejadian mistis yang hampir tiap hari saya dengar pada lingkungan sekitar membuat perasaan saya antara percaya dan tidak percaya.

Akhir-akhir ini istilah santet itu semakin populer seiring dengan merebak isu tentang SMS Santet yang meresahkan sebagian warga. Dimana korban yang membaca SMS itu akan langsung kejang-kejang dan pingsan tidak sadarkan diri. Tidak hanya sms santet saja, isu ini juga beredar lewat telpon. Biasanya nomor yang dipakai adalah dengan kode 0866 atau 0666. Dan setelah dilakukan penyelidikan ke lapangan, pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap pelaku dari sms santet tersebut. Pelaku ini diketahui melakukan motifnya karena iseng saja, tidak ada unsur magic. Kejadian ini sungguh mengena pada psikologi masyarakat indonesia yang seperti sudah didoktrin dengan hal-hal yang irasional.

Sebelum terbekuknya pelaku, sempat muncul berbagai opini tentang Fenomena ini. Ada yang bilang ini adalah akal-akalan para operator Seluler yang sedang berperang dalam meraih pangsa pasarnya. Dan opini lain mengatakan ini terkait dengan hal politik menjelang Pemilu. Yang mana hal ini pernah terjadi pada Pemilu tahun 1999 yang heboh dengan isu dukun santetnya. Dan juga pada pemilu tahun 2004 sendiri juga merebak isu kolor ijo.

Saya harap masyarakat indonesia yang sudah modern bisa berpikir rasional dalam menanggapi segala hal yang tidak masuk akal. Tetap dekatkan diri anda dengan Tuhan Yang Maha Esa dan berbuat baik pada orang dan lingkungan sekitar kita.