“Enam bulan sudah kamu bekerja, namun sampai detik ini belum pernah sepeserpun kamu kasi saya uang setoran.
Kemanakan saja uang itu, apakah kamu pake judi, mabuk-mabukan, ato cari cewek? Ga tau apa BBM lagi naik, biaya operasional naik semua neh ….”

Cerita- cerita sedikit ya …

Bukan tukang ojek yang aku maksud disini. Bukan pula pak sopir yang setiap harinya dipusingkan oleh uang setoran, ditambah lagi naiknya harga BBM. Yang aku maksud disini adalah nasib cek Google Adsense yang genap sudah berumur enam bulan. Memasang kode adsense enam bulan yang lalu di salah satu webku, sampai saat ini aku belum pernah menikmati hasil dari Account yang satu ini. Earning lancar, meskipun sedikit tapi cukup memenuhi keinginan dari si embah google untuk minimal earning USD 100 buat payout. Yang jadi masalah disini adalah kelanjutan dari cek yang sudah dikirim ke alamat account tersebut. Kebetulan account ini bukan atas nama sendiri, karena sudah dipakai oleh account pribadiku. Salah satu temanku mengajukan proposal alamat dia, tentunya ada BLT persentasenya.

Waktu berjalan, dan earning pun mengumpul. Dan bagusnya lagi tanpa ada masalah, account ini Issued dua bulan berikutnya. Cek tiba tanggal tiga seperti biasa dengan menggunakan layanan DHL. Dan temanku pun menelpon bilang ceknya udah nyampe dan mau ditukar ke citibank. Ok silahkan bos …

Menunggu sebulan lebih kok belum ada kabar cair neh, aku cek account masih aman, tapi ada yang aneh. Ga ada keterangan cek cleared, dan aku pun curiga. Mencoba untuk memastikan kepada temanku, apakah benar cek ini sudah ditukarkan? Udah, ditukarkan ama temannya.Walah kok teman? Kenapa bukan kamu yang nukar? tanyaku …Ya bro, aku pake KTP temenku yang asli sini. ?????

Baru aku tahu bahwa dia juga pake KTP orang…. aku suruh saja dia untuk menanyakan kepada temannya itu. Sialnya setiap dicari ga ada ditempat. Dan shift kerjanya berbenturan terus dengan temanku itu. Sebulan berikutnya baru ada kabar. Namun kabar buruk. Ternyata cek belum ditukarkan, alasan ga sempat dan ditaruh di dalam sadel motor !!! gedubrak …
Rada edan emang orang ini , kata temanku seh.

Ya udah, aku reissued lagi ceknya dengan mengganti alamat rumah pake alamat kos temenku tapi masih dengan nama yang sama ( nama ga bisa diubah). Tapi dengan syarat ga bakalan lagi terulang kejadian seperti ini, aku yakinkan temenku.

Dan akhir bulan April kemarin, cek pun Issued lagi. Tapi sayangnya, habis aku request reissued, tipe pembayaran berubah ke Standart Delivery ( pake POS ) dan aku lupa merubah pake Secures Delivery punya DHL. Tanggal 23 mei pun cek itu tiba di alamat baru, kos - kosan temenku yang ada tuan rumahnya. Dan sial yang kedua, temenku pas kerja, dan tuan rumahnya ga ada, ada ibunya si tuan rumah yang sudah lumayan renta. Si nenek bilang ga tahu, dan tidak menerima kiriman yang beralamatkan di kos-kosan milik anaknya itu. maklum nenek-nenek dan pak pos pun cabut, kiriman dikembalikan lagi ke Kantor Pos. Sebelumnya temenku sudah bilang ke tuan rumahnya masalah kiriman dari Pak pos tersebut.

Sorenya tuan rumahnya pun bilang bahwa tadi ada pak pos datang, dari keterangan dari ibunya. ( si nenek )

Akhirnya sekarang harus berurusan dengan Kantor Pos. Setelah diobrak-abrik disana, dilacak ga ketemu karena ga ada Nomor Barcode atau Shipmentnya. Dan mereka minta nomor itu biar bisa searchnya. Wew .. ga ada nomor gituan di account, yang ada nomor customer ID ama Payment Number. Ya pasrah, cek hilang lagi deh. Terpaksa harus reissued untuk yang kedua kalinya, kalau itupun ga dibanned.

Apa pesan dari cerita dewasa ini? Jawabnya : Pengalaman adalah guru yang terbaik di dunia …..