Pesta Kesenian Bali

Beberapa tahun lalu sebanyak dua kali Bali diserang aksi terorisme. Aksi brutal para teroris yang tidak punya rasa kemanusiaan layaknya binatang ini telah menghilangkan banyak nyawa yang tidak berdosa. Dan kita tahu juga efek dari ledakan tersebut, yaitu roda pariwisata yang berantakan dan kacau balau. Pihak yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata pun menangis dibuatnya.

Kini pariwisata di bali sudah semakin membaik seiring berjalannya waktu. Segala komponen masyarakat bekerja keras dalam meningkatkan keamanan, ketertiban, dan ketenteraman Bali. Saatnya segala dunia usaha ditingkatkan, dunia pariwisata, dan ekonomi daerah.

Pesta Kesenian Bali (PKB) yang ke 30 selain merupakan wujud kecintaan dan kebanggan terhadap budaya bangsa diharapkan juga sebagai ajang kebangkitan pariwisata Bali. Ajang dimana dunia semakin mengenal Bali sebagai pulau yang kaya akan budaya, the best island in the world, the island of god. Bali yang kaya akan keindahan alamnya, tinggi budayanya dan kuat agama serta spritualitasya.

PKB kali ini mengusung tema Sentral “Citta Wretti Nirodha” (Pengendalian Diri Menuju Keseimbangan dan Keharmonisan). Dimana tema tersebut bermakna mendorong para seniman agar mereka berapresiasi sedemikian rupa sehingga setiap hasil karyanya menjadi objek konsumsi yang lebih menarik bagi masyarakat. Selain itu hasil kreativitas para seniman itu juga diharapkan dapat memberi inspirasi dan memotivasi masyarakat untuk berjuang menuju peningkatan kesejahteraan lahir dan batin.

PKB tahun ini merupakan PKB yang sefesifik, karena terkait dengan tiga dasawarsa PKB, HUT Propinsi Bali ke-50, 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, Kongres Kebudayaan Bali I dan Visit Indonesian Year 2008. Yang mana selain seniman lokal, hadir pula seniman dari berbagai pelosok nusantara dan seniman - seniman luar negeri.

Dan mengenai pesta kesenian budaya akbar di Bali ini saya sendiri tidak menontonnya, males dengan jalanan macet, panas dan desak-desakan. Cukup nonton di TV saja .