< Browse > Home / Celoteh / Blog article: Hukum, Tikus dan Rakyat Kecil

| Mobile | RSS

Hukum, Tikus dan Rakyat Kecil

November 20th, 2009 | 30 Comments | Posted in Celoteh

tikus kantor

Mungkin semua orang mendengar bahkan mengikuti alur kasus Polri dan KPK. Hingga akhirnya muncul istilah Cicak dan Buaya yang semakin memanaskan perseteruan kedua belah kubu. Apa sebenarnya yang terjadi? siapa yang bersalah dalah hal ini. Entahlah, yang jelas banyak masalah lain yang muncul selain isu kasus penyuapan ke petinggi KPK. Memang korupsi di negara kita layaknya trendsetter yang menjadi lifestyle para pejabat.

Dalam hal ini tentunya badan hukum kita yang menjadi sorotan. Hingga tidak salah jika muncul istilah mafia peradilan dan markus. Karena apa? Apa harus saya beberkan disini? Tidak, saya takut seperti Mbak Prita. Kenapa takut? Indonesia kan negara Demokrasi? Iya demokrasi, namun mengapa hak berbicara masih dibatasi. Tahu Kenapa? Cari saja jawabannya sendiri, hehehe …

Kasus korupsi yang melahirkan banyak bintang baru (layaknya artis) dari berbagai kalangan di beberapa daerah memang menyulut amarah rakyat. Namun disamping itu, apresiasi yang tinggi kita patut berikan kepada para lembaga Pemberantasan korupsi atas kegigihannya menangkap para tikus-tikus ini. Namun proses hukumlah yang sangat disayangkan disini. Mungkin tidak banyak yang tahu, bagaimana kelanjutan nasib para koruptor tersebut. Atau banyak yang berpikir mereka akan dipenjara dengan hukuman yang seberat-beratnya. Atau bahkan ada yang berharap seperti para maling yang ketahuan nyolong dihakimi masssa dulu sebelum dijebloskan ke penjara? Namun sayang seribu sayang, ada beberapa dari mereka (koruptor) cuman divonis beberapa bulan penjara dan itupun dalam tahap percobaan. Dan lebih parahnya lagi, ada yang bebas dan tersenyum sumringah meskipun sudah terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Hmmmm …

Apakah anda mendengar kasus Bu Minah, nenek berusia 55 tahun yang ketahuan mencuri 3 buah kakau (buah coklat) yang kemudian divonis 1,5 bulan penjara? Coba pikirkan kembali, apakah rasa keadilan di negara kita tidak terusik. Nenek yang seharusnya sudah istirahat tenang di rumah di usianya yang sudah lanjut, masih tetap berjibaku melawan kerasnya dunia untuk menghidupi cucu-cucunya. Dan kemudian harus berurusan dengan hukum gara-gara mencuri buah coklat senilai rp.30.000. Apakah ini adil menurut anda? Kenapa hukum mudah sekali ditegakkan kepada rakyat kecil, sedangkan meringankan segala beban kepada para tikus yang memiliki jabatan tinggi dengan nilai korupsi bernominal milyaran rupiah? puluhan ribu versus milyaran rupiah ….

Siapakah yang disalahkan dalam hal ini, mari kita renungkan sejenak bung….

Leave a Reply 581 views, 2 so far today |
  • No Related Post
Follow Discussion

30 Responses to “Hukum, Tikus dan Rakyat Kecil”

  1. balibuddy Says:

    bertobatlah, kiamat semakin dekat. Cicak, buaya, komodo dan naga……ada lagi yang lain ?

  2. aul_wackyman Says:

    artikelnya bagus, makasih atas sharingnya..hidupkan trus semangat untuk nge-blog :D

  3. olip Says:

    bcaa kasus e bu minah semacam kek kasus Prita Mulyasari …. miris jg

    sungguh hukum di Indonesia ini bisa dibeli dengan uang…

  4. brokethesoul Says:

    Meskipun bu Minah bebas juga, namun kasian waku dan tenaganya yang pas2an terbuang ….

  5. suranegara Says:

    percayakan saja… bangsa ini akan lebih dewasa nanti atau entah kapanlah itu terjadi… yang jelas kita perbaiki bangsa ini mulai dari kita sendri….
    nice share brow…

  6. freezipe Says:

    buaya

  7. pes Says:

    cicak vs buaya aja

  8. aqila Says:

    hukum itu cuma untuk yang miskin, kalo untuk yang kaya merekalah yang membuat hukum, hukum rimbalah yang berlaku!

  9. ane Says:

    salah siapa..? salah kita semuanya…

  10. RifkyMediaâ„¢ Says:

    korupsi benar2 sudah memasyarakat, tdk ada yg tidak pakai uang, apa apa butuh uang untuk melancarkan sebuah rencana. ada yang salah dalam bangsa kita. pejabat2 memberi contoh yg tidak baik, dan rakyat memilih pejabat yang korup untuk duduk di pemerintahan..

  11. freezipe Says:

    hkm diindonesia emang mash awut-awutan..kyk lagu gigi

  12. RaRa Wulan Says:

    nggak habis pikir deh dengan hukum di negara kita…
    banyak para koruptor yang bisa tersenyum lebar karena bebas dari peradilan tapi mengapa ibu minah yang hanya mengambil 3 biji kakao dipermasalahkan sampe menjadi heboh di manapun..
    sepertinya hukum dinegara ini harus lebih dipertegas..
    makacih buat infonya :)

  13. DianRibut Says:

    mampir, salam knal mas. . :D
    dtnggu kunjungan baliknya. . .

  14. ILHAM Says:

    wah tikusnya emang harus dikasih racuntikus tuh kayaknya, biar mati sekalian..hehehehhe

  15. ballwell Says:

    wah nambah lagi gan…semut vs gajah

  16. Lowongan Kerja Karyawan Says:

    Korupsi memang harus DIBERANTAS , karena SANGAT merugikan orang banyak !!! Korupsi adalah suatu bentuk KEJAHATAN dan WAJIB dimasukkan ke bui. Tetapi mengapa RAJA Koruptor Soeharto tidak pernah masuk bui, SEDANGKAN yg lain masuk bui ? Bagaimana ini Pak Hakim & Pak Jaksa ? Bagaimana ini Mahkamah Internasional ? Tolong dong Mahkamah Internasional jangan hanya mengadili orang Serbia, tolong dong Duit hasil KORUPSI pak Harto DIKEMBALIKAN ke rakyat ?

  17. Astaga.com Lifestyle On The Net Says:

    namanya negara hukum,tp plaksanaannya kgak gtu. . yang ada hukum bisa dibeli dgn uang. .

  18. camera Says:

    wah dahsyat analisanya

  19. technohunter Says:

    themesnya keren mas. , .
    q c0nt0h gapapa ya. . :D

  20. Astaga.com Lifestyle Net Says:

    Sampai sekarang pun masalahnya blm selesai jg, hiuhh. . .

  21. adi Says:

    sampai kapan ya hukum diindonesia ini akan berjalan seperti ini?

  22. Hidup Untuk Berbagi Says:

    tetap harus diberantas

  23. barajakom Says:

    wah keren neh…

  24. Achmad Fauzi Says:

    Seharusnya koruptor masuk penjara, lalu masuk neraka. Hanya itu pilihannya. Karena mereka telah membuat rakyat menderita..
    Buat apa punya pemerintah, kalau hidup terus terusan susah.
    Salam.

  25. wisata semarang Says:

    pertama-tama mari kita mulai dari diri kita sendiri, jangan berharap negara ini menjadi lebih baik,tapi maulailah perbaiki diri kita sendiri.

  26. prex Says:

    gak habis pikir..sekarang yang paling berkuasa yang punya uwang..betul tidak/?

  27. Aku Cuma Seorang Blogger Yang Cinta seo Says:

    kasihan tikus, namanya jadi tambah jelek di hadapan manusia

  28. grosir baju Anak Says:

    tikus dan buaya aja

  29. Toko Oleh-oleh Yogyakarta Says:

    kasian gw jd rakyat kecil…

  30. Tips Trik Komputer Says:

    Kunjungan sesama blogger sob…
    Blognya menarik nih…

    Ditunggu kunjungan baliknya ya…
    Dan jangan lupa komennya…

Leave a Reply