Obama, Anak Menteng yang Fenomenal
Pesta Demokrasi di negara superpower, Amerika usai sudah. Dari gemuruh demokrasi yang berjalan dengan alot itu terpilih seorang sosok senator yang bisa dibilang menjadi sejarah tersendiri bagi amerika dan dunia. Orang kulit hitam pertama yang duduk di gedung putih dan menjadi orang nomor satu di Amerika. Dia adalah Obama, senator muda yang pernah manghabiskan 4 tahun masa kecilnya di Indonesia, tepatnya di Menteng, Jakarta. Sosok fenomenal yang memiliki nama lengkap Barrack Hussein Obama ini terpilih menjadi presiden AS yang ke 44, setelah menang telak dari lawan tunggalnya John McCain.
Terpilihnya senator Illinois yang baru berumur 47 tahun itu juga telah menghancurkan rasisme di AS yang 50 tahun lalu masih membuat warga kulit berwarna harus berbagi toilet, tempat duduk bus, dan sekolah dengan tetangganya warga kulit putih.
Di balik keberhasilannya menjadi presiden AS, ada kontroversi yang muncul mengenai agama yang dianut Obama. Seperti kita ketahui Obama pernah tinggal di Indonesia bersama orang tua angkatnya. Dimana Obama berada di lingkungan islam dan juga duduk di bangku sekolah Islam. Kenyataannya Obama adalah pemeluk agama kristen. Banyak penjelasan yang mengarah dalam hal ini. Obama tinggal di Indonesia, yang merupakan salah satu basis negara islam di dunia. Setiap pagi dia bisa mendengarkan adzan untuk shalat di pagi hari. Ditegaskan pula obama bukan penganut islam. Tapi semua keluarganya di Indonesia adalah orang islam, maksudnya dari ayah tiri Lolo Soetoro.
Tidak hanya Amerika, seluruh negara di dunia juga berharap besar atas kepemimpinan dari Obama. Di Indonesia Obama pertama kali belajar mengenal seni memahami berbagai macam karakter. Pengalamanya hidup di berbagai negara dengan latar belakang yang beragam diharapkan obama mampu menjaga stabilitas perekenomian dunia dan mengurangi berbagai kekerasan, peperangan dengan terbukanya komunikasi dengan Amerika.
Dari pesta demokrasi di Amerika, ada sebuah pelajaran yang harus dipetik bagi seluruh negara yang demokrasinya masih cacat
. Tidak ada kekisruhan dari para pendukung masing – masing kandidat, dan jiwa yang legowo dari lawan politik yang menjadikan demokrasi menjadi sangat indah. Kita bisa lihat bagaimana pidato dari John Mcchain mengakui kekalahannya. Mengucapkan selamat dan mengajak semua warga untuk mendukung kemenangan Obama. Tanpa harus isi acara dendam-dendaman, tidak bicara bertahun-bertahun, dan membuat provokasi. ![]()
Dan semoga segala Janji Obama tidak kena virus janji janji jono palsu di negeri kita. Sebuah janji klasik yang seakan menjadi tradisi. upssss …


December 16th, 2008 at 9:58 pm
Obama, smoga bisa menjadi pemimpin negara adidaya amerika yang sukses dan mampu membangkitkan global crisis yang sekarang ini sedang terjadi.
nice posting bro
January 12th, 2010 at 5:24 pm
keduaXx